Gubernur Melki Dorong Kerja Sama NTT -Timor -Leste Tangani Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan

Kesehatan 04 Sep 2026 10:02 • 4 min read • 67 views • By Oan Wutun

Share berita ini

Gubernur Melki Dorong Kerja Sama NTT -Timor -Leste Tangani Stunting dan Perkuat Ketahanan Pangan
PEREMPUANCENDANA || KUPANG– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penguatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong penguatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Timor-Leste, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan masyarakat, penanganan stunting, serta ketahanan pangan.

 

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi rombongan Universidade da Paz (UNPAZ) Timor-Leste di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kamis (3/9/2026).

 

Audiensi tersebut merupakan bagian dari kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana UNPAZ yang tahun ini mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Gizi, dengan fokus mencari pembelajaran dan solusi untuk mempercepat penanganan stunting.

 

Rombongan UNPAZ dipimpin Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral, Dr. Martinus Nahak Lino, bersama pimpinan program studi, dosen, mahasiswa program doktoral, serta mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat. Turut mendampingi rombongan, Guru Besar Ilmu Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat, Prof. Dr. Intje Picauly

 

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Melki didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi Nange, serta Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore.

 

Gubernur Melki menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, NTT dan Timor-Leste memiliki banyak ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta membangun kerja sama di berbagai bidang demi kemajuan bersama.

 

“Kita pasti ke depan akan berurusan dan bekerja sama di berbagai bidang,” ujar Gubernur.

Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa persoalan stunting membutuhkan kerja sama seluruh pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.

 

Menurutnya, penanganan stunting berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari sanitasi dan lingkungan, ketersediaan rumah layak huni, pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, hingga pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan pola pengasuhan anak.

 

“Karena itu, kita harus bekerja sama dengan semua pihak,” tegasnya.

 

Gubernur menjelaskan, berbagai daerah di NTT telah mengembangkan inovasi penanganan stunting sesuai dengan karakteristik wilayah dan masyarakat masing-masing. Karena itu, pertukaran pengalaman serta praktik-praktik baik menjadi penting untuk menemukan pendekatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi lokal.

 

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data atau by name by address, sehingga setiap intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar anak dan keluarga yang membutuhkan.

 

Selain penanganan stunting, Gubernur Melki juga menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang berkembang dalam pertemuan tersebut, termasuk rencana pertukaran mahasiswa, khususnya dalam bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

 

“Saya akan bantu untuk memastikan semua kesepakatan dapat dilaksanakan dengan baik,” tegas Gubernur.

 

Belajar Bersama untuk Masa Depan

Sementara itu, Wakil Rektor Program Magister dan Doktoral UNPAZ Timor-Leste, Dr. Martinus Nahak Lino, mengatakan kunjungan ke NTT merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus mempelajari berbagai praktik baik dalam penanganan stunting, pangan, dan gizi.

 

Menurutnya, UNPAZ ingin terus memperkuat hubungan dengan NTT yang memiliki ikatan persaudaraan dan kedekatan historis maupun sosial dengan masyarakat Timor-Leste.

 

“Kita punya ikatan persaudaraan yang tinggi. Kita ingin maju bersama meskipun berbeda negara,” katanya.

 

Sebelum bertemu Gubernur NTT, rombongan UNPAZ telah mengunjungi sejumlah instansi dan lembaga di NTT, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, fasilitas pelayanan kesehatan, serta Universitas Nusa Cendana.

 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari berbagai upaya pengembangan pangan lokal, pemanfaatan lahan kering, serta strategi peningkatan ketahanan pangan masyarakat.

 

Kerja sama antara UNPAZ dan Universitas Nusa Cendana sendiri telah berlangsung sejak tahun 2004 dan difasilitasi oleh PERGIZI PANGAN NTT yang diketuai Prof. Dr. Intje Picauly

.

Menurut Prof. Intje, salah satu program yang secara rutin dilaksanakan dalam kerja sama tersebut adalah kunjungan studi banding mahasiswa pascasarjana. Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki tahun kedua dengan mengangkat tema Ketahanan Pangan dan Gizi.

 

Fokus kunjungan diarahkan pada upaya menemukan solusi percepatan penanganan stunting melalui pengembangan pangan lokal, pengelolaan lahan kering, peningkatan ketersediaan pangan rumah tangga, pengolahan pangan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama pertukaran mahasiswa dengan Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya Program Studi Gizi, untuk mempelajari berbagai praktik baik dalam pengembangan dan pemanfaatan pangan lokal.

 

Audiensi diakhiri dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen bersama untuk terus membuka dan memperkuat ruang kerja sama antara NTT dan Timor-Leste di masa mendatang.

 

Perempuan Cendana